HAI! Long time no write.Truth be told, I miss writing. Gaya ya, padahal sehari-hari ngerjain tugas kuliah juga termasuk nulis. Kangen aja sih nulis ngalor-ngidul tanpa perlu khawatir soal nilai tulisan.
Hm.
Anyways, life's been thrilling lately.
I just started my 3rd semester 3 weeks ago (itu udah agak lama ya, gak 'just started' dong? but either way, I still feel like it's kinda new. Oh well...)
....dan bulan depan udah UTS lagi aja dong. Dan seperti 2 semester sebelumnya, gue tetep gak tau harus belajar apa buat UTS... secara perkuliahan selama 3 minggu ini berlalu bagaikan angin Bahorok... gak ada yang masuk ke otak -_- tau secuil-cuil doang. Yasudahlah, mari pasrahkan nasib pada Allah SWT. Yang penting doa dan belajarnya dikencengin, yegak?
Semester 3 ini gue makin nempel sama kampus. Kelas banyak sih yang kelar siang, sama banyaknya dengan jumlah tugas per minggu, tapi ya kalo ngerjain tugas di rumah itu bawaannya malas dan ujungnya baru dikerjain jam 12 maleman, jadi mending gue ngerjain di kampus lah... di rumah tinggal ngedit + ngeprint. Efisien sih sejauh ini, tugas gue kelar semua sebelum tenggat, tapi ya itu capeknya masya Allah banget. Berhubung setiap pulang telat pasti ikut Ayah, nyampe rumah itu jam 10an. Kadang makan malem aja gak sanggup, biasanya gue sampe rumah langsung tepar abis bebersih badan. Huhu.
You know, October makes me feel weird about myself. About my whole life. Seriously.
Sabtu kemarin, tanggal 1, I attended this amazing seminar where I got to meet my idols *ehm* and some of my activist friends. Then on October 2nd, I started to look at my life from a different point of view and decided that I really need some major changes. Entah PMS entah kesurupan apa, but either way I'm stoked of this whole changing thing.
...especially my love life. *batuk-batuk sampe besok*
Yeah.
I've been crushing on this guy since forever, he knows it, we both know it, but we're stuck being bestfriends.
And I think it's starting to get unhealthy.
It's not his fault, it's not mine too, it's not anybody's faults, IMO... tapi ya daripada gue menuntut sesuatu yang gak bisa dia kasih dan ujung-ujungnya kita malah berantem, mending gue yang jauh-jauh aja deh dulu. Makin lama 'tercebur' dalam 'kenormalan' ini, makin gila gue rasanya. Perasaan ditekan-tekan terus, perasaan gue bukan tombol kipas angin soalnya. #apeu
So yeah if you read this, 10, if you ever read this unorganized and improper post yang mana sebagian besar isinya cuma curhatan gak jelas soal kehidupan gue yang gak jelas juga, I'm so sorry.
Maaf ya, gue gak bisa kasih penjelasan sekarang. Gue juga gak ngerti harus gimana.
Biasanya gue nulis. Biasanya nulis surat ke lo itu jadi solusi gue kalo gue udah bener-bener gak tau harus ngapain lagi dalam hubungan sialan ini. Tapi gak tau kenapa dari kemaren mau nyoba nulis surat gak sanggup... bener-bener gak sanggup. Satu kalimat pun gak sanggup.
Mungkin emang udah gak waktunya lagi gue bilang ke lo dan mengharapkan lo memberi apa yang gue mau.
But anyway, if you ever wanted to know, maybe this could sum things up. There are indeed, some things that better left unsaid.
All I could explain to you is this...
"Pada akhirnya, saya dan kamu sama-sama harus terbiasa untuk tidak menyandarkan separuh jiwa kita pada satu sama lain..."
Label: Daily life